Banyak perusahaan baru menyadari pentingnya keamanan website setelah terjadi masalah.
Mulai dari website yang tidak dapat diakses, akun administrator yang diambil alih, hingga kebocoran data pelanggan. Padahal dalam banyak kasus, risiko tersebut sebenarnya dapat dideteksi lebih awal.
Masalahnya, tidak semua perusahaan memiliki tim keamanan siber khusus atau anggaran besar untuk melakukan pengujian secara mendalam.
Di sinilah scanner website menjadi solusi yang menarik. Dengan proses yang cepat dan relatif mudah, perusahaan dapat memperoleh gambaran awal mengenai kondisi keamanan website mereka tanpa harus melalui proses yang kompleks.
Mengapa Website Perlu Diuji Secara Berkala?
Website bukanlah aset yang statis. Setiap kali ada:
- Pembaruan plugin
- Penambahan fitur baru
- Integrasi layanan pihak ketiga
- Perubahan konfigurasi server
maka potensi munculnya celah keamanan juga ikut berubah.
Banyak perusahaan berasumsi bahwa website yang berjalan normal berarti aman. Padahal, vulnerability sering kali tidak menimbulkan gejala yang terlihat.
Karena itu, pengujian keamanan secara berkala menjadi langkah penting untuk membantu mengidentifikasi risiko sebelum dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Apa Itu Scanner Website?
Scanner website adalah alat yang digunakan untuk memeriksa dan mengidentifikasi potensi kerentanan keamanan pada sebuah website.
Melalui proses scanning otomatis, sistem dapat membantu mendeteksi berbagai masalah umum seperti:
- Konfigurasi yang kurang aman
- Komponen yang sudah usang
- Potensi vulnerability pada aplikasi web
- Risiko keamanan yang memerlukan perhatian lebih lanjut
Tujuannya bukan untuk menggantikan pengujian keamanan yang lebih mendalam, tetapi memberikan visibilitas awal mengenai kondisi keamanan website.
Kapan Perusahaan Membutuhkan Scanner Website?
Scanner website sangat bermanfaat bagi perusahaan yang ingin melakukan pengecekan keamanan secara cepat dan efisien.
Beberapa kondisi yang umum antara lain:
Saat Website Baru Diluncurkan
Sebelum website digunakan oleh pelanggan atau publik, pengecekan awal dapat membantu memastikan tidak ada risiko dasar yang terlewat.
Setelah Perubahan Sistem
Penambahan fitur atau pembaruan sistem dapat menciptakan vulnerability baru yang sebelumnya tidak ada.
Sebagai Monitoring Berkala
Keamanan bukan aktivitas satu kali. Scanning rutin membantu perusahaan memantau perubahan risiko dari waktu ke waktu.
Sebelum Menggunakan Jasa Pentest
Scanner website dapat menjadi langkah awal untuk memahami kondisi keamanan sistem sebelum melakukan pengujian yang lebih komprehensif.
Scanner Website atau Jasa Pentest?
Pertanyaan ini sering muncul ketika perusahaan mulai membangun strategi keamanan mereka.
Sebenarnya, keduanya memiliki fungsi yang berbeda.
Scanner Website
Cocok untuk:
- Monitoring rutin
- Identifikasi awal vulnerability
- Website dengan risiko yang relatif sederhana
- Perusahaan yang memiliki keterbatasan budget
Jasa Pentest
Cocok untuk:
- Pengujian mendalam
- Sistem yang lebih kompleks
- Kebutuhan audit dan compliance
- Analisis risiko yang lebih komprehensif
Alih-alih memilih salah satu, banyak organisasi menggunakan keduanya secara bersamaan. Scanner digunakan untuk pemantauan rutin, sementara pentest dilakukan secara berkala untuk evaluasi yang lebih mendalam.
Mengapa Banyak Startup Memulai dari Scanner Website?
Bagi startup dan perusahaan yang sedang berkembang, tantangan terbesar biasanya bukan kesadaran keamanan, melainkan keterbatasan sumber daya.
Mereka memahami pentingnya keamanan, tetapi belum tentu memiliki:
- Tim keamanan internal
- Anggaran besar untuk audit
- Waktu untuk melakukan pengujian manual
Karena itu, scanner website menjadi langkah awal yang lebih realistis.
Dengan proses yang cepat dan biaya yang lebih terjangkau, perusahaan tetap dapat mengambil langkah proaktif dalam mengelola risiko keamanan.
Nexora Web Scanner untuk Pengujian Website yang Lebih Praktis
Sebagai solusi yang dirancang untuk membantu perusahaan memahami kondisi keamanan website dengan lebih mudah, Nexora Website Scanner menawarkan proses pengujian yang cepat dan efisien.
Melalui scanning otomatis, Nexora membantu pengguna:
- Mengidentifikasi potensi vulnerability pada website
- Mendapatkan hasil pengujian dalam waktu singkat
- Memahami risiko keamanan dengan lebih mudah
- Melakukan monitoring keamanan secara berkala
Pendekatan ini sangat cocok untuk startup, tim developer, maupun perusahaan yang ingin mulai meningkatkan keamanan website tanpa harus menghadapi proses yang rumit.
Cara Menggunakan Website Scanner Nexora
1. Kunjungi Website Nexora
Langkah pertama adalah membuka website resmi Nexora melalui:
Dari halaman utama, pengguna dapat memilih opsi untuk mulai melakukan pengujian keamanan website.
2. Masukkan URL Website yang Ingin Diuji

Setelah masuk ke dashboard di menu Target, klik “Add Target” lalu masukkan URL website yang ingin diperiksa. Pastikan URL yang dimasukkan sudah benar, misalnya:

Tahap ini penting agar proses scanning dilakukan pada website yang tepat.
3. Mulai Proses Scanning

Setelah URL dimasukkan, pengguna dapat memulai proses scanning. Nexora Web Scanner akan melakukan pengecekan otomatis untuk membantu mengidentifikasi potensi celah keamanan pada website. Proses ini biasanya dirancang agar lebih cepat dan praktis dibandingkan pengujian manual penuh.
4. Tunggu Hasil Pemindaian
Setelah scanning berjalan, sistem akan memproses hasil pemeriksaan. Pada tahap ini, pengguna dapat menunggu hingga proses selesai dan hasil pengujian ditampilkan. Bagian ini bisa kamu edit nanti sesuai experience asli, misalnya:
- apakah muncul progress bar
- apakah user perlu login
- apakah hasil dikirim ke email
- apakah hasil langsung tampil di dashboard
5. Lihat Ringkasan Risiko Keamanan

Setelah scanning selesai, pengguna dapat melihat ringkasan hasil pengujian. Biasanya, hasil ini dapat mencakup:
- Potensi vulnerability yang ditemukan
- Tingkat risiko
- Area website yang perlu diperhatikan
- Rekomendasi tindak lanjut
Untuk pembaca non-teknis, bagian ini penting karena menunjukkan bahwa scanner bukan cuma “menemukan masalah”, tapi juga membantu memahami prioritas risiko.
6. Pelajari Detail Temuan
Jika tersedia, pengguna dapat membuka detail dari masing-masing temuan. Bagian ini membantu tim developer atau pengelola website memahami:
- Apa masalah yang ditemukan
- Mengapa hal tersebut berisiko
- Bagian mana yang perlu diperbaiki
- Apa langkah mitigasi yang dapat dilakukan
7. Lakukan Perbaikan Berdasarkan Rekomendasi
Setelah mengetahui hasil scanning, perusahaan dapat mulai melakukan perbaikan. Misalnya:
- Memperbarui komponen website
- Memperbaiki konfigurasi keamanan
- Menutup akses yang tidak diperlukan
- Mengevaluasi ulang sistem autentikasi
8. Lakukan Scanning Ulang
Setelah perbaikan dilakukan, pengguna sebaiknya melakukan scanning ulang. Tujuannya untuk memastikan apakah risiko yang sebelumnya ditemukan sudah berhasil dikurangi atau masih membutuhkan tindakan tambahan.
Mulai dari Langkah Sederhana
Tidak semua perusahaan harus langsung melakukan audit keamanan yang kompleks.
Sering kali, langkah terbaik adalah mengetahui kondisi website terlebih dahulu.
Dengan menggunakan scanner website, perusahaan dapat memperoleh gambaran awal mengenai potensi risiko yang ada dan menentukan langkah keamanan berikutnya dengan lebih percaya diri.
👉 Klik di sini untuk mencoba pengujian website menggunakan Nexora Web Scanner:
https://nexoracyber.com/

































